,

11 Fakta Pekan Terakhir Ramadhan

Siapa yang tak senang Ramadhan datang? Umat Islam dan non-muslim menyambut Ramadhan dengan semarak dan meriah. Mereka bersiap melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat selama bulan penuh berkah tersebut. Kemeriahan Ramadhan berbeda-beda di setiap pekannya. Dari sebelum puasa, hingga menjelang hari Lebaran. Berikut 11 fakta pekan terakhir Ramadan:

 

1. Masjid semakin sepi, pada ke mana ya?

Di pekan pertama Ramadan, masjid penuh sesak dengan para jamaah. Bahkan, sampai meluber di teras masjid. Semua berlomba-lomba mencari tempat untuk salat, terutama saat Tarawih. Namun, memasuki pekan ketiga dan keempat, masjid ditinggalkan sehingga terlihat lebih lowong. Biasanya, maksimal hanya ada liam saf bagian depan. Ke mana ya mereka? Kamu masih ke masjid kan?

 

2. Mal dipenuhi pengunjung, diskon bertebaran, sih.

Mungkin karena diskon besar-besaran sehingga masyarakat berbondong-bondong ke mal untuk membeli apa saja yang dibutuhkan, terutama untuk persiapan Lebaran. Apalagi, bila ada pekan midnight sale. Duh, jangan berharap aku bisa lihat kamu di mana deh, karena bakal tertutup ribuan pengunjung yang menyemut.

 

3. Pasti macet nih kalau mudik.

Bagi para perantau, pekan keempat Ramadan dimanfaatkan untuk pulang ke kampung halaman. Baik dengan menggunakan kereta api, bus, pesawat, hingga kendaraan pribadi. Alhasil, jalanan dipenuhi berbagai macam kendaraan. Demi bertemu sanak keluarga di kampung halaman, mereka rela menghabiskan waktu berjejalan di jalan dengan waktu yang lebih lama dibanding biasanya.

 

4. Penukaran uang ada di mana-mana.

Tak hanya perbankan yang menyiapkan triliunan uang baru, banyak warga yang menggelar lapak di pinggir jalan yang juga menyediakan jasa penukaran uang. Biasanya, pecahan yang disediakan antara lain Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 50 ribu. Mereka menukarkan uang lama dengan uang baru untuk diberikan kepada sanak saudara sebagai “salam tempel” Lebaran.

 

5. Harga tiket transportasi lebih mahal. Duh!

Tiket kereta api adalah solusi terbaik untuk para pemudik, karena harganya yang relatif stabil. Namun, tiket tersebut harus didapatkan minimal 90 hari sebelum Lebaran. Seringkali, situs resminya pun bermasalah sehingga banyak pemudik yang nggak kebagian tiket. Alhasil, harus beralih ke moda transportasi lain seperti pesawat terbang atau bus yang harganya sudah naik berkali lipat. Uang THR pun habis deh untuk beli tiket.

 

6. Harga bahan makanan meroket. Apalagi bawang dan cabe!

Salah satu ciri khas Ramadan adalah harga bahan makanan menjadi serba naik. Apalagi bahan-bahan dasar untuk membuat bumbu masakan. Mendekati Ramadan terakhir atau jelang Lebaran, harga bukannya turun, tetapi malah terus meroket. Hal ini disebabkan karena tingginya permintaan masyarakat. Selain itu, banyak pedagang yang mudik di pekan terakhir Ramadan, sehingga barang menjadi langka.

 

7. Aroma kue lebaran semerbak di mana-mana.

Di penghujung Ramadan juga ditandai semerbaknya aroma kue Lebaran. Ada nastar, putri salju, kastangel, dan sebagainya. Para penjual takjil pun menyertakan dagangan kue lebaran mereka saat menjelang berbuka. Banyak pula pedagang kue lebaran dadakan di sepanjang jalan. Berbagai supermarket dan mal pun dipenuhi kue Lebaran.

 

8. Asik THR sudah cair!

Di moment ini lah, H-1 atau H-2 pekan, para karyawan tersenyum riang karena uang THR telah masuk ke dalam  rekening mereka. Daftar belanjaan sudah disusun, siap-siap pergi ke mal atau supermarket deh! Adapula yang memanfaatkan uang THR untuk pergi berlibur selama cuti hari raya.

 

9. Rumah makan atau restoran penuuuhh!

Menjelang penghujung Ramadan, restoran-restoran dipenuhi pengunjung. Hal ini terjadi karena beberapa hal. Misalnya karena para asisten rumah tangga sudah mudik sehingga tak masak makanan di rumah, THR sudah cair, hingga puncak buka bersama dengan para kerabat dan saudara. Tumpah ruah deh di restoran!

 

10. Renovasi dan membersihkan rumah, biar tampak indah ketika tamu datang.

Menyambut Idul Fitri hari yang suci  identik dengan berbenah rumah. Ada yang merenovasi menjadi lebih baru, ada yang mengecat rumahnya, ada pula yang hanya membersihkan saja. Semua terlihat rapi. Hal ini ditujukan supaya terlihat lebih indah saat para sanak saudara dan tamu berkunjung ke rumah saat Lebaran.

 

11. Asisten rumah tangga mudik, pemilik rumah jadi mandiri.

11. Asisten rumah tangga mudik, pemilik rumah jadi mandiri.

Rumah yang biasanya selalu rapi dan bersih, lengkap dengan berbagai hidangan, akan tampak sepi ketika Ramadan akan berakhir. Para asisten rumah tangga berlebaran di kampung halamannya masing-masing. Alhasil, pemilik rumah menjadi mandiri, mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri. Meski seringkali kewalahan.

Masih Sahur tapi Adzan Subuh Sudah Berkumandang, Ini Hukumnya

11 Fakta Pekan Terakhir Ramadhan