4 Fakta & Mitos Konsumsi Es Saat Buka Puasa


Setelah tidak mengkonsumsi makanan dan minuman kurang lebih selama 14 jam, sudah pasti haus dan lapar berkecamuk jadi satu. Minum minuman dingin atau es menjadi salah satu pilihan yang banyak orang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Tetapi sebenarnya minum es saat berbuka puasa itu bagus nggak sih buat tubuh kita? Banyak pendapat tentang mengkonsumsi es saat berbuka. Namun, apakah hal – hal tersebut yang diperbincangkan oleh banyak orang merupakan fakta atau hanya sekedar mitos? Check this out guys!

 

1. Minum es saat berbuka membuat lemak susah dicerna, mitos atau fakta?

Es pisang ijo, es sirup, es teh manis atau berbagai minuman dingin lainnya sudah biasa menjadi minuman pembuka untuk mengawali berbuka puasa. Rasanya yang manis dan dingin itu sangat menyegarkan sekaligus menghilangkan dahaga yang ditahan seharian. Namun, banyak orang berpendapat bahwa minum minuman dingin untuk membatalkan puasa itu tidak baik karena dapat mengeraskan lemak yang ada pada tubuh. Sehingga, pencernaan lemak ini tidak berjalan dengan maksimal, dan menyebabkan asam lambung. Pendapat tersebut sebenarnya fakta atau hanya mitos sih?

Jawabannya MITOS! Semua makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita melalui saluran pencernaan, akan menyesuaikan suhu tubuh kita. Jadi sebenarnya minuman dingin yang kita konsumsi saat berbuka tidak memberikan efek yang buruk terhadap pencernaan. It will be fine! Asal tidak berlebihan dan konsumsi sesuatu yang hangat terlebih dahulu sebelum minum es.

 

2. Minum es saat berbuka menyebabkan flu. Kamu percaya?

Minuman dingin sangat identik dengan flu. Sebagian orang berpendapat bahwa meminum es saat berbuka dapat menyebabkan flu atau pilek. Misalnya seperti es krim dan es buah. Es krim mengandung beberapa persen lemak susu, pemanis rasa (vanilla, coklat, dan lain lain), bahan pelengkap atau topping seperti kacang, meses, dan lain lain. Sedangkan, eEs buah mengandung beberapa potong buah yang masing – masing memiliki kandungan vitamin berbeda, susu, sirup, dan lain lain.

Sebenarnya, bahan – bahan tersebut memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh kita. Tetapi, banyak es krim dan es buah yang sering mengandung pemanis yang justru kurang baik bagi kesehatan. Pilek, batuk, dan demam yang terjadi itu sebenarnya bukan pengaruh dari rasa dingin dari es tersebut. Berdasarkan penelitian yang ada, hal tersebut kerap terjadi karena adanya alergi, virus, atau daya tahan tubuh orang yang rentan sehingga mudah terjangkit penyakit. Jadi, itu hanya sebuah MITOS es bisa menyebabkan flu. So don’t worry, guys!

 

3. Perut kamu kembung gak ketika minum es saat buka puasa?

Meminum es saat berbuka puasa menyebabkan perut penuh atau kembung? Benarkah?

Pada hakikatnya memang akan lebih baik jika kita mengkonsumsi makanan dan minuman yang suhunya tidak jauh berbeda dengan suhu tubuh kita (hangat kuku) terlebih dahulu. Sehingga, makanan atau minuman tersebut tidak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyesuaikan dengan suhu tubuh kita. Selain itu, makanan dan minuman yang memiliki suhu dingin yang ekstrem akan membuat tubuh kita merasa kaget seperti saraf di sekitar mulut, kerongkongan, hingga bagian pencernaan.

FAKTANYA, meminum minuman yang terlalu dingin saat mengawali berbuka puasa akan mengubah pola atau cara kerja dari alat kerja dalam tubuh. Sehingga, dapat menimbulkan gas dalam perut sehingga perut terasa penuh atau kembung.

 

4. Hayoo siapa yang perutnya buncit karena sering minum es?

Apa hubungannya minuman dingin atau es dengan perut buncit? Banyak orang berpendapat bahwa saat kita mengkonsumsi es saat berbuka, rasa dingin tersebut akan menghentikan atau membekukan pencernaan di dalam perut. Sehingga membuat perut kita buncit. Benarkah demikian?

Pendapat tersebut merupakan sebuah FAKTA, mengapa? Minuman dingin atau es yang kita konsumsi tidak begitu saja langsung diterima dan diserap oleh tubuh kita. Es akan mengalami proses penghangatan tubuh. Tidak sama dengan makanan yang harus dikunyah terlebih dahulu, rongga mulut akan membantu proses penghangatan makanan saat mengunyah. Sedangkan, proses penghangatan minuman dibantu bantalan lemak pada mulut.

Jika kita terlalu sering meminum es, maka tubuh kita pun akan mengimbanginya dengan mempertebal bantalan lemak pada perut kita. Ini bermaksud agar proses penghangatan berjalan dengan maksimal. Sehingga perut kita seolah-olah terlihat lebih buncit dari biasanya.