Kolontong, Oleh-Oleh Khas Tanah Priangan Yang Renyah dan Manis


Tasikasik.com – Kolontong termasuk kedalam jenis makanan ringan yang cocok untuk dijadikan camilan diwaktu santai. Rasanya yang renyah dan manis akan membuat ketagihan untuk memakannya. Kolontong ini terbuat dari beras ketan dan gula aren asli yang membuat rasa manisnya pas dan menyehatkan. Kolontong ini menjadi oleh-oleh khas tanah priangan dan banyak ditemui di daerah Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Garut dan Bandung.

Camilan ini berbentuk lonjong dengan rongga-rongga udara mirip opak didalamnya sehingga akan membuat renyah ketika mulai digigit. Sebagai makanan tradisional, kolontong ini sering ditemui di acara-acara besar seperti hajatan pernikahan, hari raya idul fitri, dan acara besar lainnya di tanah sunda. Sedangkan untuk hari-hari biasa makanan ini cukup sulit ditemui dan satu-satunya tempat yang menjual makanan ini di hari biasa adalah pusat jajanan oleh-oleh seperti di dekat terminal, statsiun, dan jongko-jongko oleh-oleh yang ada di sepanjang jalan Rajapolah hingga Nagreg.

Berikut ini cara pembuatan Kolontong khas tanah priangan :

Bahan dasar :

  • Beras Ketan
  • Gula Aren
  • Gula Pasir

Langkah-langkah pembuatan :

  • Bersihkan beras ketan kemudian direndam selama 2 malam
  • Setelah melalui proses perendaman, beras ketan kemudaian dimasak selama kurang lebih 10 menit dan ditumbuk hingga menjadi adonan halus
  • Setelah itu campurkan adonan hingga merata dengan gula aren dan gula pasir
  • Setelah bahan tercampur merata kemudian dibentuk pipih menggunakan alat sederhana
  • Bahan yang sudah siap dicetak kemudian dijemur selama satu hari dibawah matahari
  • Ketika sudah kering, potong adonan secara memanjang
  • Lalu, disangrai hingga mengembang, proses sangrai ini lebih baik menggunakan pasir halus khusus dari sungai untuk mendapatkan aroma khas dari Kolontong
  • Tahap terakhir, kolontong yang sudah jadi dicampur dengan gula aren yang sudah dicairkan lalu dijemur kembali hingga kering.