Tasikmalaya Diguyur Hujan Es dan Banyak Pepohonan Tumbang


Pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat (7/12/2018) sore di Tasikmalaya terjadi di beberapa titik.

Untuk di Kota Tasikmalaya, berdasarkan laporan sementara yang diterima Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Tasikmalaya, terdapat empat titik.

Manajer Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman mengatakan dari keempat titik tersebut satu di antaranya pohon menimpa satu unit bangunan.

“Titiknya di Kecamatan Mangkubumi, Jalan SL Tobing, kemudian pohon tumbang di kelurahan Cipawitra, di kelurahan Karikil rumah roboh,” kata Harisman saat dikonfirmasi.

Sejauh ini tidak ada korban luka maupun jiwa dari serangkaian kejadian tersebut.

Harisman mengatakan, saat ini pihaknya telah menerjunkan personel ke sejumlah titik yang terdampak untuk melakukan evakuasi.

“Kami juga masih melakukan konfirmasi dan pengumpulan informasi,” ujarnya.

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, hujan lebat disertai angin kencang dilaporkan mengakibatkan sejumlah rumah rusak ringan tertimpa pohon tumbang.

Dari laporan yang diterima dari Kepala Bidang kedaruratan logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Ria Supriana kejadian pohon tumbang terjadi di Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna.

“Kejadian akibat hujan disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat sekitar pukul 17.30 WIB, sebanyak 3 rumah rusak ringan bagian atapnya tertimpa pohon tumbang,” kata Ria melalui sambungan telepon.

Selain itu, pohon tumbang juga mengakibatkan aliran listrik di daerah tersebut terputus sementara.

Pohon tumbang juga menutupi ruas jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Ria mengatakan sejauh ini tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materil harus dialami sejumlah warga.

“Untuk kerugian saat ini belum bisa dikonfirmasi,” ujarnya.

Saat ini, tim satgas dari BPBD bersama warga tengah melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

“Kami terjunkan personel beserta sejumlah gergaji mesin untuk evakuasi, dan kami akan terus memonitor jika ada laporan yang masuk,” kata Ria.