,

Urusan Menjaga Keberagaman, Kita Patut Belajar dari 7 Negara Ini

Keragaman etnis atau suku budaya terkadang bisa menjadi masalah. Namun banyak negara-negara yang memiliki sejumlah suku dengan jumlah besar namun mereka tidak terpecah-pecah karenanya. Banyak faktor pemicu timbulnya keragam suku tersebut, antara lain imigrasi, pernikahan beda budaya, dan lain sebagainya. Salah satu negara yang dianggap berhasil menjaga kebergamannya adalah Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah suku terbanyak yaitu lebih dari 1300. Jumlah bahasanya? Jangan ditanya, setidaknya ada lebih dari 1200 bahasa yang digunakan.

Meskipun begitu, untuk tetap menjaga kebhinekaan, kita tetap harus belajar dari berbagai hal, termasuk dari negara lain. Berikut adalah 7 negara yang tetap rukun meskipun suku mereka berjumlah besar:

1. Papua Nugini.

1. Papua Nugini. Papua Nugini sejauh ini adalah negara yang paling heterogen di dunia, dengan ratusan kelompok suku tinggal di dalam perbatasannya. Selain itu, lebih dari 820 bahasa digunakan, berkat imigran dari segala penjuru dan populasi pribumi beragam yang masuk ke negara tersebut. Banyak dari suku mereka yang malah “terbuka” dengan dunia luar.

 

2. Madagaskar.

2. Madagaskar. Madagaskar memiliki jumlah suku yang sangat banyak dan masing-masing dari mereka memiliki kepercayaanya masing-masing. Di Madagaskar ada etnis bernama Malagasi yang berjumlah sekitar 90% dari populasinya. Tetapi suku tersebut memiliki 18 sub kelompok etnis yang berkontribusi besar terhadap keragaman negara ini. Penelitian genetika telah menunjukkan bahwa pengaruh Asia, Afrika dan Arab di negara ini amat kuat.

3. Togo.

3. Togo. Togo adalah negara yang kaya suku dengan lebih dari 40 kelompok etnis dan beberapa agama yang berbeda, Togo adalah salah satu negara yang paling beragam di dunia. Selain bahasa resmi bahasa Prancis, beberapa bahasa asli Afrika diucapkan, tergantung pada latar belakang etnis seseorang. Meski didominasi oleh kaum muslim, negara ini tetap mengedepankan kerukunan satu sama lain.

4. Tanzania.

4. Tanzania. Meskipun 99% populasi Tanzania adalah keturunan Afrika, ini tidak berarti bahwa mereka tidak memiliki keragaman etnis. Kelompok etnis mereka sangat banyak. Begitu pula jumlah bahasa dan agama yang mereka yakini.

5. Afrika Selatan.

5. Afrika Selatan. Mengesampingkan semua isu yang terkait ras beberapa waktu lalu di Afrika Selatan, nyatanya negara ini tetap memiliki keragaman etnis yang menakjubkan. Imigrasi hanya menambah berbagai etnis yang ada di negara ini. Namun disitulah sisi baiknya karena mereka menerima keterbukaan dan ini yang membuat banyak turis berdatangan ke negara ini dengan rasa aman.

6. Kamerun.

6. Kamerun. Negara yang terkenal dengan sebutan Afrika mini ini memiliki kebih dari 260 bahasa berbeda. Meledaknya jumlah imigrasi di negara ini menambahkan banyak daftar suku secara konstan. Namun imigrasi bukan satu-satunya faktor, karena pengungsi yang datang dari sejumlah negara yang mereka terima dengan baik juga memiliki dampak terhadap keragaman etnis mereka.

7. Liberia.

7. Liberia.Suku di Liberia memiliki cara spesifik untuk menjaga hati mereka tetap damai. Contohnya mereka menerima hujan sebagai anugerah. Banyak dari mereka yang mencuci baju disaat hujan dengan hati riang gembira. Meski 95% populasi Liberia adalah penduduk asli, bukan berarti tidak ada keragaman etnis diantara mereka. Keragaman etnis mereka nyatanya sudah terbentuk sejak berabad-abad lalu.

 

Konsep Baru Wisata Karangresik Tasikmalaya

Urusan Menjaga Keberagaman, Kita Patut Belajar dari 7 Negara Ini