Waspadai 7 Gejala Awal Kanker yang Sering Terabaikan Ini


Dua dekade yang lalu mungkin kanker hanya terdengar seperti penyakit yang diderita oleh orang yang jauh hubungannya dari kita. Tak terbayang penyakit ganas itu bisa menyerang sembarang orang. Namun seiring berjalannya waktu, perubahan lingkungan dan gaya hidup masyarakat, beragam penyakit ganas termasuk kanker bukanlah hal yang mustahil menyerang. Tentu kita tahu penderitaan Julia Perez yang tertimpa kanker serviks. Bahkan baru-baru saja terkonfirmasi bahwa Kim Woo Bin juga terkena kanker nasofaring. Itu artinya kanker bisa menyerang siapa saja, dari kalangan apa saja.

Salah satu cara paling manjur untuk menyembuhkan penyakit ganas ini adalah menangani sebelum terlambat. Itu artinya kita harus selalu waspada dan tidak mengabaikan gejala-gejala yang dapat membahayakan kondisi kesehatan kita. Berikut ini 7 gejala kanker yang sering terabaikan.

 

1. Gatal-gatal pada tubuh ternyata bisa menjadi pertanda awal kanker.

maxresdefaultkank-1919317f553a82c01775237ec39c0305.jpg

Memang rasa gatal bisa terjadi pada siapa saja dan sebagian besar penyebabnya tidak berhubungan dengan kanker. Namun, beragam kasus dalam sejarah dunia kesehatan telah menunjukkan adanya hubungan antara rasa gatal pada kulit dengan gejala kanker. Misalnya neoplasma atau pertumbuhan sel abnormal pada uterus dapat menyebabkan gatal-gatal pada kemaluan wanita. Selain itu kanker otak juga dapat memicu gatal-gatal pada hidung.

Penderita kanker darah polycythemia vera juga dapat menderita rasa gatal di tubuh, terutama setelah mandi air hangat. Tentu gatalnya beda dengan gatal biasa, cukup parah hingga mengganggu kegiatan. Gatal juga hanya salah satu gejala yang harus di kroscek dengan gejala-gejala lainnya untuk penyakit kanker.

 

2. Rasa nyeri tanpa henti di tenggorokan juga dapat menjadi gejala awal kanker tenggorokan.

Nyeri tenggorokan yang berlangsung dalam waktu lama dapat menjadi gejala kanker tenggorokan atau kanker pangkal lidah. Selain itu, kanker tenggorokan juga dapat berhubungan dengan kesulitan bernapas dan menelan, rasa mengganjal yang disertai pertumbuhan benjolan neoplasma di leher, suara yang serak bahkan sampai hilang, hingga batuk berdarah dan napas tidak sedap.

Kanker nasofaring yang berhubungan dengan saluran pernapasan seperti yang dialami oleh Kim Woo Bin juga bisa memiliki gejala seperti ini.

 

3. Perubahan dan gangguan parah pada sistem pencernaan juga bisa menjadi lampu merah bagimu.

Jika kamu mengalami gangguan pencernaan akut yang menyebabkan berak dengan darah, berak dengan lendir atau nanah, atau berak secara tiba-tiba; bisa jadi kamu menderita gejala kanker usus.

 

4. Keluarnya sekresi saat buang air kecil patut membuatmu wasada, terutama terhadap kanker ginjal.

Perhatikan deh apakah ada keanehan ketika kamu kencing, misalnya keluar darah ketika buang air seni. Gejala lainnya yang juga biasa menyertai adalah hipertensi, nyeri di ginjal, atau rasa lemah yang kronis. Semua ini memang bisa menjadi gejala dari penyakit lain, namun bisa juga mengindikasikan kanker ginjal.

 

5. Batuk tanpa henti bisa menjadi pertanda beberapa penyakit serius, termasuk kanker paru.

Batuk berkepanjangan bisa menjadi gejala sejumlah penyakit pernapasan dan paru-paru, misalnya bronkitis atau tuberkolosis. Namun, jika seseorang batuk tak kunjung usai, mengalami penurunan nafsu makan dan berat badan drastis, serta napas tersengal, gak mustahil semua itu mengarah pada kanker paru.

Pada tahap yang lebih parah, kanker paru dapat menyebabkan batuk berdarah. Segera ke dokter jika batukmu akut dan berlangsung dalam waktu lama.

 

6. Munculnya neoplasma atau petumbuhan jaringan abnormal pada kulit gak boleh kamu sepelekan.

Pertumbuhan neoplasma alias jaringan sel abnormal seringkali berhubungan dengan kanker kulit atau kanker payudara. Gejala-gejala yang lainnya meliputi adanya benjolan keras di payudara atau ketiak, iritasi atau ruam-ruam pada kulit yang penyebabnya tidak diketahui dan tidak berasal dari alergi makanan atau kosmetik.

Adanya borok di tengah neoplasma tersebut dan terjadinya perubahan bentuk serta ukuran tanda lahir juga berpotensi menjadi gejala kanker kulit.

 

7. Penurunan berat badan gak selalu baik, apalagi jika terjadi secara mendadak dan drastis, waspadai kanker perut.

Penurunan berat badan tidak selalu jadi berita baik. Jika terjadi tanpa kamu ketahui penyebabnya, secara tiba-tiba, cepat dan drastis, kamu mesti waspada. Memang gak hanya kanker saja yang bisa memengaruhi penurunan berat badan, namun kamu bisa mengamati juga gejala-gejala lain yang menyertainya.

Apabila selera untuk mengkonsumsi daging hilang, terlalu cepat kenyang (padahal baru makan dalam jumlah kecil), mengalami anemia, atau makanan kesulitan untuk melewati saluran pencernaan maka ada kemungkinan seseorang menderita kanker perut.

Gejala-gejala di atas memang tidak bisa langsung menentukan apakah kamu menderita kanker atau tidak. Namun kamu juga gak sebaiknya mengabaikan atau menyepelekannya begitu saja.