5 TOKOH TASIKMALAYA YANG PALING DIKENANG


1.) Kyai Haji Zaenal Mustofa


Kyai Haji Zaenal Mustofa, Pahlawan Nasional, Ulama Pendiri Pesantren Sukamanah / Ulama Pejuang dari Tasikmalaya 1899–25 Oktober 1944  Pahlawan  Laki-laki, Islam.
Atas jasa-jasanya kepada negara, Kyai Haji Zaenal Mustofa dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No.064/TK/Tahun 1972, tanggal 6 November 1972. Untuk menghormati dan mengenang jasa kepahlawanannya, nama KH Zaenal Mustofa diabadikan sebagai nama jalan di jantung utama Kota Tasikmalaya. Bahkan sebuah film yang mengangkat perjuangan Pahlawan Nasional KH Zaenal Mustofa sudah diluncurkan pada 11 Maret 2017. Film itu diproduksi oleh Sultan 21 Picture dan Yayasan Sukamanah.

 

2.) Abah Ruhiat

 

adalah tokoh terkenal pada zamannya karena dialah pendiri pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya. Namun generasi saat ini kurang lagi mengenal ketokohannya. Bahkan puteranya yaitu KH. Ilyas Ruhiat lebih dikenal apalagi setelah menduduki jabatan tertinggi di NU sebagai Rais Aam. Hal itu bisa dimengerti, kiai sepuh tersebut telah meninggal 29 tahun lalu. Tanggal 17 Dzulhijjah 1426 H yang bertepatan dengan 17 Januari 2006, adalah haul (peringatan hari wafat) ke-29 KH. Ruhiat.

Pesantren Cipasung saat ini merupakan pesantren terbesar dan paling berpengaruh di Jawa Barat. Perannya dalam penyiaran agama, pengembangan masyarakat dan menjaga harmoni sosial sangat besar. Selain keteguhannya mengembangkan pesantren yang responsif pada perkembangan dunia pendidikan, pada masa penjajahan, Ajengan Ruhiat juga seorang patriot yang mengorbankan tenaga dan pikirannya untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

 

3.) Mak Eroh

 

Tahun 1988, nama Mak Eroh sempat menyedot publik nasional. Saat itu, semua orang ramai memperbincangkannya . Mak Eroh, waktu itu berumur 50 tahun, perempuan dari Kampung Pasirkadu, Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat memang telah mengukir prestasi besar.

Mak Eroh, bergelantungan seorang diri di lereng yang tegak di tebing cadas, di lereng timur laut Gunung Galunggung. Mak Eroh berhasil berjuang sendirian membuat saluran air sepanjang 47 hari. Ketika pertama kali Mak Eroh melakukannya, banyak masyarakat sekitar yang mencibir tindakannya. Tapi hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk terus bekerja. Mak Eroh percaya akan kemampuan nya, walau saat itu usianya boleh dibilang tidak muda. Seorang wanita yang mustinya menikmati hari tuanya dengan menimang atau bermain dengan cucu.

4.) Abdul Rozak

 

 

Nama : Abdul Rozak
Alamat : Kampung Pasanggrahan Desa Neglasari,
Kecamatan Panca Tengah
Kabupaten : Tasikmalaya
Provinsi : Jawa Barat
Kegiatan : Teknologi Pengairan. Daerah perbukitan ini merupakan daerah yang kering dan tandus. Permasalahan utama adalah ketersediaan air. Pada tahun 1970, Abdul Rozak berupaya untuk membendung sungai kecil guna membuat bendungan lengkap. Bendungan ini dimanfaatkan untuk irigasi dan pembangkit tenaga listrik. Untuk menaikkan permukaan air, ia menimbun batang pisang dan pepohonan lainnya. Selanjutnya ia mencetak petak sawah dan bendungan dan saluran air pun terus disempurnakan. Untuk memperluas distribusi air, ia membuat saluran air melalui tebing dan membuat terowongan 180 meter. Saluran air yang melingkar di tebing jurang akhirnya dapat dialiri air. Masyarakat yang semula mencemoohkannya mulai menuai panen padi sawah 3 kali per tahun dan rumah-rumh

5.) K.h.Choer Affandi

KH. Choer Affandi bernama kecil Onong Husen, lahir pada hari Senin tanggal 12 September 1923 M di kampung Palumbungan Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kewedanan Cijulang Ciamis, dari Pasangan Raden Mas Abdullah bin Hasan Ruba’I yang masih mempunyai keturunan Raja Mataram dan Siti Aminah binti Marhalan yang mempunyai keturunan dari Wali Godog Garut. KH. Choer Affandi merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, beliau mempunyai kakak yang bernama Husein (Darajat) dan seorang adik perempuan yang bernama Husnah (Emih).